Cahaya hati sang hamba.
Suatu hari Habib Muhammad bin Hadi Assegaf menyalakan lampu,
"Ini adalah cahaya lahiriyah. Jika lampu ini padam, kita tidak bisa melihat apa-apa dan akan berada dalam kegelapan. Adapun cahaya bathin adalah cahaya di hati yang dinyalakan oleh perasaan CINTA dan IRFAN (ma’rifat). Cinta dan irfan diperoleh karena selalu taat kepada Allah Yang Maha Pengasih. Dalam diri orang yang memiliki cahaya ini akan muncul KAROMAH. Cahaya di hati akan padam dengan banyak melakukan maksiat dan sedikit berbuat taat.
Suatu hari ketika Imam Nawawi RA sedang belajar tiba-tiba lampunya mati, kemudian dari ibu jari beliau muncul cahaya.
Sedang karomah Imam Rafi’i RA ialah jika lampu mati, pepohonan menyinarinya.
Karomah yang agung ini tidak hanya untuk Imam Nawawi dan Imam Rafi’i saja, akan tetapi untuk semua orang termasuk kita. Ayah dan ibu mereka adalah Adam dan Hawa, mereka makan dan minum seperti kita. Akan tetapi kita tidak menempuh jalan mereka, mungkin kita terlalu cinta dunia.
Kiranya yang sedikit ini dapat kita ambil manfaat, semoga dapat menggugah hati yang lalai, dan dapat menambah semangat kita untuk melakukan amal Ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. —


Tidak ada komentar:
Posting Komentar